Wednesday, 27 August 2014

Pertamina Batalkan Pemangkasan BBM Bersubsidi




PT Pertamina (Persero) akhirnya memutuskan tidak lagi memangkas jatah BBM subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum atau SPBU yang sebelumnya dipotong 5%-20% dari pasokan normal per hari.
            Hal tersebut dilakukan oleh pertamina seusai melakukan rapat pada Rabu, (27/8) kemarin. Pertamina memutuskan untuk melakukan normalisasi pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat sehingga tidak ada lagi pemotongan pasokan untuk Premium maupun Solar di SPBU. Namun demikian, penyaluran tetap akan dilakukan secara terukur dan terarah sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
            Hal ini disampaikan oleh Assistant Manager External Relation Pertamina Marketing Operation Region V Heppy Wulansari saat dihubungi oleh Kabar Jember, Rabu (27/8). Dia menjelaskan, setelah melakukan rapat koordinasi, mulai kemarin pasokan BBM ke setiap SPBU untuk semua wilayah kembali normal sesuai dengan kapasitas permintaan masing-masing SPBU.
            “Pada malam harinya kami sudah melakukan koordinasi dan dimulai pada pagi harinya pasokan BBM baik untuk Premium dan Solar kembali normal sesuai dengan permintaan normal setiap SPBU,” terangnya.
            Jadi, lanjutnya, untuk kebutuhan SPBU 32 kiloliter per hari akan kembali mendapatkan pasokan BBM sebanyak 32 kiloliter dan tidak mendapatkan pemangkasan menjadi 24 kiloliter atau 16 kiloliter seperti yang terjadi sebelumnya.
            Dia menambahkan, pengiriman pasokan BBM akan kembali dinormalkan dengan memasok seluruh kebutuhan SPBU dan menambah jam operasional untuk memastikan agar seluruh Delivery Order (DO) telah terkirim sesuai dengan permintaan.
“Kami lakukan percepatan pengiriman BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang berada di Banyuwangi. Oleh karena itu, masyarakat diharap jangan panik karena kebutuhan BBM pasti akan terpenuhi,” katanya.
Dia menyebutkan, kebutuhan atau permintaan BBM bersubsidi pada bulan Juli di Kabupaten Jember rata-rata sebanyak 590 kiloliter per hari untuk jenis Premium. Sedangkan untuk BBM jenis Solar, kebutuhannya sebanyak 198 kiloliter per hari. Jumlah tersebut untuk kebutuhan 33 SPBU yang berada di seluruh Kabupaten Jember.
Hal itu terjadi ketika masyarakat mengkonsumsi BBM bersubsidi secara normal, namun ketika beredar informasi mengenai pembatasan BBM bersubsidi dari Pertamina, masyarakat berbondong-bondong untuk mengisi kendaraannya melebihi kebutuhan normal per hari.
“Selain itu, pengisian BBM dengan jerigen juga menjadi faktor yang meningkatkan jumlah konsumsi BBM di masyarakat. Padahal, seharusnya pengisian BBM bersubsidi itu hanya diperuntukkan bagi variabel produksi UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan juga usaha perikanan dan pertanian,” papar heppy.
Oleh sebab itu, Heppy berharap agar Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait untuk lebih selektif lagi memberikan ijin bagi pedagang bensin eceran yang menggunakan jerigen. Dan untuk pihak SPBU harus berani menolak permintaan BBM bersubsidi bagi pedagang eceran yang tidak menunjukkan surat rekomendasi resmi dari SKPD terkait. “Sudah ada aparat kepolisian yang bertugas mengawasi penyaluran BBM di setiap SPBU,” ucapnya.
Hal ini untuk mengurangi adanya praktek kecurangan dan juga konflik antar masyarakat saat pengisian BBM. Beberapa masyarakat sengaja membeli BBM bersubsidi untuk selanjutnya dijual kembali kepada masyarakat. Pada kondisi ini dikhawatirkan akan terjadi penimbunan BBM yang dilakukan oleh pedagang nakal untuk mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.
Menurut pantauan, dengan pasokan BBM yang kembali normal ini tidak serta merta membuat pengisian BBM di SPBU juga normal. Kondisi terkini masih sama dengan hari-hari sebelumnya. Terjadi antrean panjang masyarakat di sejumlah SPBU.
“Untuk di Banyuwangi, pengisian BBM sudah normal kembali. Tetapi untuk Kabupaten Jember kami perkirakan Recover 1 sampai  2 hari kedepan untuk kembali normal,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas), Benny Satriya menjelaskan, kebutuhan BBM di Jember mengalami peningkatan beberapa hari ini karena adanya pembatasan BBM bersubsidi per tanggal 18 Agustus yang lalu.
“Biasanya masyarakat yang mempunyai motor membeli 2 liter Premium. Ketika ada informasi pembatasan BBM, mereka panik dan membeli Premium secara full tank. Ini yang mengakibatkan konsumsi BBM di Jember melampaui konsumsi normal,” terangnya.

Wednesday, 27 February 2013

Mampukah tembakau bertahan diantara dilema dan asa




Pro dan kontra tembakau akan terus diperbincangkan, bahkan menjadi komoditas politik yang dilematis. Hal utama yang selalu dijadikan topik perbincangan sudah tentu permasalahan yang ditimbulkan oleh rokok, baik bagi kesehatan maupun kualitas hidup pecandunya. Opini publik yang muncul apabila ditanyakan tentang rokok akan selalu mengarah pada hal negatif yang diakibatkanya, tanpa melihat sisi lain dibalik itu ada petani, pengusaha, pekerja pabrik, penjual rokok, dan orang-orang yang menjual jasa pada pengusahaan tembakau yang menggantungkan hidupnya pada komoditi ini. Selain itu, rokok merupakan salah satu penyumbang devisi yang besar bagi negari ini.

Selain penilaian miring yang terus berkembang dari komoditi penghasil devisa cukai, pemerintah juga menetapkan pajak bea cukai rokok yang titak tanggung-tanggung hingga 50% dengan tujuan untuk membatasi peredaran rokok dengan menaikan harga. Selain itu, pemberlakuan pajak sebesar 10% dari bea cukai dengan alih-alih untuk penerimaan pendapatan daerah. Namun strategi tersebut tidak begitu relevan dalam usaha membatasi peredaran rokok, bahkan rokok berjasa pada penerimaan APBN yang tidak kurang dari 40 Triliun tiap tahunya.

Sisi lain tembakau adalah multi efek ekonomi yang ditimbulkan bagi perkembangan perekonomian suatu daerah yang tidak dapat diabaikan, yaitu keberadaannya berpengaruh terhadap pertumbuhan jenis industri lainnnya, termasuk jasa, penyediaan lapangan usaha dan penyerapan tenaga kerja sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran. Menurut teori, tujuan pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Beberapa manfaat yang ditimbulkan dari rokok hendaknya menjadi pertimbangan pemerintah dalam membuat kebijakan sehingga tidak merugikan pelaku di dalamnya. Akan tetapi, kebijakan dan kondisi pertembakauan yang ada justru lebih banyak memberi tekanan bahkan dirugikan. Petani tembakau yang ada di daerah-daerah berperan dalam pembangunan daerah dan penambahan devisa negara melalui cukai rokok, tidak dapat menikmati dan menerima hasil-hasil pembangunan yang mendukung produksi tembakau. Selain itu, Kebijakan pemerintah melalui penetapan Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 yang berisi tentang Penanganan produk tembakau sebagai zat aditif bagi kesehatan pada tanggal 24 Desember 2012 memberikan potensi keterpurukan bagi petani dan pengusaha tembakau .

Kampanye anti rokok yang terus bergulir dan gencar dikumandangkan hampir di semua negara dan pembatasan-pembatasan penggunaan tembakau menjadi kendala bagi kelangsungan usaha tembakau. Selain itu, adanya regulasi dari penandatanganan Framework Convention of Tobacco Control(FCTC) yang mengatur pengendalian beberapa permasalahan yang ditimbulkan oleh tembakau, batasan maksimum residu pestisida dalam produk tembakau yang diatur oleh organisasi tembakau dunia Corestra, serta peraturan daerah tentang pembatasan dan pelarangan merokok ditempat tertentu serta tidak kalah penting adalah semakin banyaknya kompetitor/negara penghasil tembakau, misalnya Cina. Kini negeri tirai bambu merupakan negara penghasil tembakau terbesar dengan 1/3 perokok dunia tinggal sana.

Berbagai kondisi yang dialami insan tembakau, menggerakkan para ahli dan peneliti maupun industri farmasi di seluruh dunia untuk melakukan riset dan pengembangan tanaman tembakau. Penerapan dari pendekatan bioteknologi dan kesehatan, khususnya biologi molekuler melalui rekayasa genetika diharapkan dapat menghasilkan sebuah terobosan inovasi yang dapat meningkatkan produksi tanaman, penurunan biaya produksi dan diversifikasi produk yang penuh pro dan kontra menjadi lebih visible.

Penelitian bioteknologi yang dilakukan para ahli di dunia telah berhasil mengembangkan tanaman tembakau yang memiliki fase vegetatif lama dan tidak cepat berbunga serta memiliki umur yang panjang sehingga dapat tumbuh terus menerus, tanaman yang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap serangan hama dan penyakit sehingga potensi produksi dapat tercapai, dan diversifikasi produk tembakau menjadi penghasil bahan bakar (biofuel), senyawa kolagen, vaksin manusia dan hewan, dan bioremediasi limbah berbahaya.

Kemajuan bioteknologi diharapkan dapat memberi jalan terang ditengah pasang surutnya usaha tembakau akibat banyaknya tekanan dari berbagai pihak yang anti rokok dan rezim kesehatan. Akan tetapi, upaya penerapan bioteknologi diperlukan kesiapan sumberdaya manusia dan kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium serta kelengkapan pendukung kegiatan rekayasa genetika. Semua yang diperlukan tentulah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apakah perusahaan tembakau dan pemerintah Indonesia akan menangkap peluang ini atau justru melewatkannya begitu saja..?


Bagaimana dengan Unit Tembakau PT. Perkebunan Nusantara X (persero), yang memiliki usaha budidaya tembakau cerutu. Produk tembakau yang dihasilkan oleh perusahaan berplat merah ini hampir 100% di ekpor ke Eropa, Amerika dan Asia tentunya memiliki tantangan tersediri dengan adanya kampe anti rokok, regulasi tembakau yang diatur FCTC dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat masuk ke negara tujuan.

Sebagai produsen penghasil tembakau cerutu terbesar di Indonesia dan telah memiliki market tersendiri di dunia, PTPN 10 tentunya memiliki tingkat kompetitif yang tinggi. Segala persyaratan dan peraturan terkait regulasi dapat dipenuhi dengan baik sehingga kegiatan usaha tembakau dapat terus menguntungkan dan lestasi di bumi yang gemah ripah loh jinawi ini. Tembakau adalah bagian dari budaya bangsa yang perlu dilestarikan agar tetap eksis dan memberi manfaat bagi masyarakat pedesaan. Setiap yang ada di dunia ini pasti akan mendapatkan cobaan dan ujian, tergantung bagaimana cara mensikapinya dan satu yang pasti badai pasti berlalu.  

Bioteknologi, Jalan Terang Ditengah Pasang Surutnya Usaha Tembakau



Bioteknologi, Jalan Terang Ditengah Pasang Surutnya Usaha Tembakau



Perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya biologi molekuler melalui rekayasa genetika diperoleh sebuah terobosan yang dapat meningkatkan produksi tanaman, penurunan biaya produksi dan diversifikasi produk tembakau yang lebih visible. Penelitian bioteknologi telah menghasilkan tanaman tembakau yang memiliki fase vegetatif lama dan tidak cepat berbunga serta memiliki umur yang panjang (8 tahun atau lebih) yang dapat meningkatkan keuntungan, tanaman tembakau yang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap serangan hama dan penyakit sehingga potensi produksi dapat tercapai, dan diversifikasi produk tembakau menjadi penghasil biofuel, senyawa kolagen, vaksin manusia dan hewan, dan bioremediasi limbah-limbah berbahaya.

Kemajuan bioteknologi diharapkan dapat memberi jalan terang ditengah pasang surutnya usaha tembakau akibat banyaknya tekanan-tekanan dari berbagai pihak yang anti rokok. Tekanan-tekanan pada usaha tembakau baik dari luar negeri berupa kampanye anti rokok, pengaturan regulasi tembakau dan di dalam negeri sendiri dengan adanya penetapan RPP menjadi PP Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 alaupun komoditi ini mendatangkan pendapatan yang besar bagi negara dan pelaku bisnis tembakau serta penyerap tenaga kerja yang tidak sedikit.

Kampanye anti rokok dan pembatasan-pembatasan penggunaan tembakau menjadi masalah tersendiri bagi kelangsungan usaha tembakau, seperti halnya PT. Perkebunan Nusantara X (persero) yang memiliki usaha budidaya tembakau cerutu. Produk tembakau yang dihasilkan oleh perusahaan berplat merah ini hampir 100% di ekpor ke Eropa, Amerika dan Asia tentunya memiliki tantangan tersediri dengan adanya persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat masuk ke negara tujuan. Selain itu, adanya regulasi dari Framework Convention of Tobacco Control (FCTC) yang mengatur pengendalian beberapa permasalahan yang ditimbulkan oleh tembakau, batasan maksimum residu pestisida dalam produk tembakau yang diatur oleh Corestra, peraturan setiap negara tentang pembatasan dan pelarangan merokok serta tidak kalah penting adalah semakin banyaknya kompetitor/negara penghasil cerutu.

Budidaya tembakau cerutu yang dilakukan di 3 (tiga) unit Kebun Klaten, Kertosari dan Ajong Gayasan setiap tahun selalu dihadapkan dengan sewa lahan yang semakin sulit dan mahal, biaya produksi yang terus meningkat setiap tahunnya, dan ketersediaan tenaga terampil semakin berkurang. Selain itu, adanya resiko gudang terbakar dan roboh tertiup angin menambah tingginya resiko yang harus dihadapi dalam usaha tembakau cerutu.
Beberapa tantangan yang akan terus dihadapi oleh Unit Tembakau, dibutuhkan sebuah loncatan dalam usaha tembakau agar terus tumbuh dan berkembang, salah satunya dengan penerapan dan pengembangan bioteknologi tembakau. Ilmu biologi molekuler digunakan untuk memodifikasi, memanipulasi atau merubah proses kehidupan normal dari organisme-organisme dan jaringan-jaringan guna meningkatkan kinerjanya bagi keperluan manusia.

Penelitian dan pengembangan bioteknologi tanaman tembakau melalui rekayasa genetika, akan diperoleh produk tembakau yang lebih menguntungkan dan berdaya saing. Beberapa hasil rekayasa genetika yang dapat diterapkan dan dikembangkan di unit tembakau PTPN X diantaranya:

  1. Tembakau umur panjang dengan fase vegetatif panjang.
Peneliti Institut Franhofer, bidang Biologi Molekuler dan Ekologi terapan (IME), Munsten-Jerman telah berhasil mengembangkan tanaman tembakau yang dapat tumbuh terus dengan menekan pertumbuhan gen yang membawa informasi untuk berhenti tumbuh, berbunga dan mati. Hasil rekayasa tersebut dihasilkan tanaman yang terus tumbuh tinggi seperti pohon kacang jack. Tanaman tembakau yang dihasilkan dari rekayasa genetika tersebut sudah berumur 8 tahun tetapi masih terus tumbuh hingga 6,5 meter walaupun terus dipotong. (sumber: www.tempo.co)

Rekayasa genetika yang dihasilkan oleh IME, Jerman dengan memperpanjang fase vegetatif dan menunda fase pembungaan serta memiliki umur panjang, akan sangat menguntungkan jika dapat diterapkan pada usaha tembakau cerutu khususnya di Unit Tembakau PTPN 10. Tanaman tembakau yang diusahakan selama ini hanya menghasilkan 20 sampai 22 lembar perpohon setiap musimnya selama 3 bulan, dengan bioteknologi tersebut akan dihasilkan jumlah daun yang lebih banyak, dengan sekali tanam dapat dipanen secara terus menerus hingga 8 tahun bahkan lebih.

Beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh dengan rekayasa yang telah dihasilkan oleh Peneliti Institut Franhofer bagi perkembangan usaha PT. Perkebunan Nusantara X (persero) Unit Usaha Tembakau diantaranya:

1.    Jumlah daun lebih banyak
Penundaan fase pembungaan dan memperpanjang fase vegetatif akan menghasilkan jumlah daun yang lebih banyak. Peningkatan jumlah daun di setiap pohonnya akan berbanding lurus dengan peningkatan produktivitas tanaman sehingga keuntungan yang diperoleh dapat bertambah.

2.    Biaya produksi rendah
Tembakau yang dapat tumbuh hingga 8 tahun atau lebih, tentunya akan mengurangi penanaman dan pembongkaran tanaman secara berulang-ulang setiap musimnya, belum lagi pengolahan tanah. Penemuan ini memberikan titik terang ditengah pasang surutnya usaha tembakau akibat biaya produksi yang terus meroket setiap tahunya tidak sebanding dengan peningkatan harga jualnya. Penurunan biaya produksi akan mengurangi harga pokok produksi maka keuntungan yang akan diperoleh dapat meningkat.   

3.    Tidak membutuhkan lahan yang luas
Setiap musim tanam tembakau, Kebun mengalami kesulitan menyewa lahan-lahan yang cocok untuk tembakau cerutu dengan luasan setiap musimnya ± 1.300 Ha dengan target produksi 17 ton sampai dengan 24 ton perhektar. Dengan penggunaan tembakau hasil rekayasa genetika untuk menghasil produksi 17-24 ton/ha tidak membutuhkan luasan yang banyak karena sekali tanam dapat dipanen secara terus menerus hingga 8 tahun bahkan lebih.

4.    Produk tembakau tersedia terus menerus
Tembakau yang dipanen secara terus menerus tentunya akan memiliki ketersediaan barang yang kontinu. Ketersediaan produk secara terus menerus merupakan salah satu kekuatan sebuah usaha sehingga mempengaruhi lingkungan kompetitif untuk pembeli dan mempengaruhi kemampuan pembeli untuk mencapai keuntungan. Melalui penelitian dan pengembangan yang dilakukan, produk yang dihasilkan dapat ditingkatkan sehingga kualitas daun tembakau menjadi kualitas terbaik.
Produksi yang tinggi dan kualitas yang baik dengan serapan pasar dunia akan produk tembakau cerutu asal Jember dan Klaten yang masih tinggi akan menjadikan unit tembakau sebagai pemasok yang kuat bisa menekan pembeli dengan menaikkan harga, menurunkan kualitas produk, dan mengurangi ketersediaan produk. Pemasok yang kuat dapat membuat industri lebih kompetitif dan potensi penurunan keuntungan bagi pembeli. Di sisi lain, pemasok lemah, orang yang pada belas kasihan pembeli dari segi kualitas dan harga, membuat industri kurang kompetitif dan potensi meningkatkan keuntungan bagi pembeli.

  1. Tembakau tahan hama dan penyakit
Budidaya tanaman tidak lepas dari serangan hama dan penyakit yang merupakan salah satu faktor pembatas produksi. Ambang batas minimal keberadaan hama ataupun serangan penyakit pada tanaman tembakau sangat kecil karena yang dipanen adalah daun. Penggunaan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit yang dibatasi oleh batas maksimum kandungan residu pestisida oleh CORESTRA. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pengembangan bioteknologi untukmenghasilkan tanaman yang memiliki ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit.
Tanaman toleran penyakit (sumber: http://www.sciencedirect.com)

Pengembangan tanaman tembakau yang tahan terhadap organisme pengganggu tanaman (OTP) dilakukan dengan menentukan target spesies hama atau penyakt sasaran untuk mengetahui gen tidak tahan yang dimiliki OPT tersebut. Melalui bioteknologi pada tembakau disisipkan gen tahan terhadap hama dan penyekit tertentu. Misalnya saja pengembangan tanaman tembakau tahan terhadap serangan virus TMV dengan menyisipkan virus yang avirulen kedalam sel tanaman tembakau sehingga tanaman akan memiliki vaksin yang dapat melawan serangan virus mozaik.

  1. Tembakau sebagai penghasil bahan bakar terbarukan
Pengembangan tembakau sebagai sumber bahan bakar (biofuel) telah dilakukan oleh ilmuan School of BiologicalSciences, Inggris bahwa tanaman tembakau Nicotiana glauca dapat menghasilkan senyawa yang dapat dipergunakan sebagai biodisel. Tanaman ini dapat tumbuh pada kondisi panas dan gersang, tidak memerlukan tanah yang subur dan dapat hidup pada wilayah yang memiliki curah hujan 200 milimeter pertahun. Penemuan ini merupakan solusi bagi ketersediaan bahan bakar dan penggunaan lahan produktif untuk menghasilkan biofuel (sumber: www.kompas.com).
Tanaman tembakau penghasil biofuel Nicotiana glauca (sumber: www.kompas.com).

Penemuan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan tanaman tembakau yang selama ini memiliki image sebagai daun emas (golden leaf) dapat berubah menjadi pabrik biofuel. Hal ini dapat memperbesar kapasitas produski PT. Perkebunan Nusantara X (persero) dalam menghasilkan biofuel yang berasal dari limbah tetes dan tanaman tembakau. Dimasa mendatang perusahaan yang beralamat di Jl. Jembatan merah akan menjadi salah satu perusahaan BUMN yang akan menjadi leader dalam penyediaan bahan bakar.

  1. Tembakau sebagai penghasil senyawa kolagen
Asap diketahui dapat mempercepat penuaan kulit, akan tetapi peneliti Herbre University of Jerusalem, Robert H. Smith telah berhasil membuat replika kolagen manusia dari tanaman tembakau. Kolagen banyak digunakan dalam dunia medis untuk pengobatan yang selama ini diproduksi dari sapi, babi bahkan dari mayat manusia yang berpotensi  membawa virus (sapi gila), dengan menggunakan tembakau dapat lebih aman (sumber: www.sciencedaily.com).
Pemanfaatan kolagen pada manusia (sumber: www.sciencedaily.com)

Kolagen merupakan suatu protein penyusun tubuh yang keberadaanya ± 30% dan penyusun utama kulit, tendon, tulang rawan, tulang, gigi, dan Jaringan ikat. Kolagen banyak digunakan di dunia medis dan kecantikan. Pengembangan bioteknologi pada tanaman tembakau dimasa mendatang dapat menggantikan produksi kolagen yang berasal dari sapi, babi maupun mayat manusia yang tentunya lebih aman untuk dunia medis dan kecantikan.

  1. Tembakau sebagai biopabrikasi vaksin manusia dan hewan
Penemuan tembakau sebagai pabrik yang dapat memproduksi vaksin merupakan kemajuan bagi industri kesehatan yang selama ini produksi dengan mengandalkan produksi dari sel hewan dan membutuhkan waktu yang lebih lama. Penggunaan tanaman tembakau sebagai pabrik vaksin dapat meningkatkan produksi vaksin sehingga dapat memenuhi kebutuhan vaksin dunia. Selain itu, produksi vaksin dengan menyisipkan gen tertentu pada tanaman tembakau dapat dihasilkan dalam waktu yang lebih cepat dengan biaya yang lebih murah.

Pengembangan dan penyediaan vaksin atas penyakit-penyakit baru maupun yang sudah ada selama ini sangat terbatas sehingga masih banyak nyawa yang menjadi korban dan kehilangan uang jutaan dolar untuk menghasilkan sebuah vaksin. “Ribuan nyawa dan jutaan dollar telah hilang akibat penyediaan vaksin yang selama ini tidak dapat diproduksi dan dikembangkan dengan cepat.” Kata Lucas Arzola, University of California. Penemuan ini dapat menjadikan tembakau sebagai biopabrikasi vaksin yang dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi dunia saat ini sehingga dunia kesehatan dapat merespon dengan cepat wabah penyakit dimasa mendatang ataupun wabah penyakit endemi suatu wilayah (sumber:www.discovery.com dan www.heraldsum.com).

Perusahaan rokok dunia asal Amerika Philips Morris kini tengah mengembangkan produksi vaksin flu menggunakan tanaman tembakau dengan Cina (sumber: www. business.financialpost.com). Pertanyaanya adalah mungkinkan Unit Tembakau PTPN 10 dapat terlibat dalam pengembangan dan penyediaan vaksin untuk beberapa penyakit manusia dan hewan.

  1. Bioremediasi TNT (Trinitrotoluene)
TNT (Trinitrotoluene) merupakan bahan peledak yang digunakan pada Perang Dunia II. Limbah bahan peledak yang mengkontaminasi tanah di negara-negara yang terlibat dalam PD II, daerah latihan militer dan pabrik pembuat bahan tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan manusia dan hewan karena besifat racun. Penelitian telah dilakukan untuk mereduksi limbah TNT dengan menggunakan bakteri akan tetapi keberadaannya dialam masih sangat terbatas. Berkat kemajuan bioteknologi dengan menyisipkan enzim bakteri pereduksi TNT ke dalam tanaman tembakau, kandungan TNT dalam tanah menurun diserap oleh tembakau. (sumber:www.sciencedaily.com)

Pemanfaatan tanaman tembakau sebagai bioremediasi sangat memungkinkan untuk dapat dikembangkan untuk membersihkan limbah-limbah berbahaya yang sulit terurai. Pengembangan ini memiliki prospek yang sangat besar, dimana Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam tambang dan industri olahanya yang tentunya menghasilkan limbah. 

Beberapa hasil rekayasa genetika dibidang bioteknologi tanaman tembakau akan dapat memberikan jalan terang bagi pengembangan usaha tembakau. Akan tetapi, upaya penerapan bioteknologi diperlukan kesiapan sumberdaya manusia dan kelengkapan sarana dan prasarana laboratorium serta kelengkapan pendukung kegiatan rekayasa genetika. Semua yang diperlukan tentulah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apakah perusahaan tembakau dan pemerintah Indonesia akan menangkap peluang ini atau justru melewatkannya begitu saja..?


Wednesday, 17 October 2012

Pertanian Presisi


PERTANIAN PRESISI,
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM APLIKASI PEMUPUKKAN TANAMAN TEMBAKAU

Pertanian presisi (precision farming/PF) merupakan informasi dan teknologi pada sistem pengelolaan pertanian untuk mengidentifikasi, menganalisa, dan mengelola informasi keragaman spasial dan temporal di dalam lahan untuk mendapatkan keuntungan optimum, berkelanjutan, dan menjaga lingkungan. Tujuan dari PF adalah mencocokkan beberapa sumber daya dan kegiatan budidaya pertanian dengan kondisi tanah dan keperluan tanaman berdasarkan karakteristik spesifik lokasi di dalam lahan (McBratney A and Whelan BM, 1995). Penerapan PF dalam budidaya tanaman dapat berpotensi menghasilkan produksi atau hasil yang lebih besar dengan tingkat input (pupuk, kapur, herbisida, insektisida, fungisida, bibit) yang sama atau hasil yang sama dengan pengurangan input. Oleh karena itu, PFmerupakan revolusi dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis teknologi informasi.

PF merupakan salah satu perangkat yang dapat digunakan untuk meminimalisasi biaya produksi, meningkatkan keuntungan dan mengedepankan kualitas produk serta kerusakan lingkungan akibat proses budidaya tembakau yang secara keseluruhan menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Budidaya tanaman tembakau cerutu yang dilakukan PT. Perkebuanan Nusantara X (Persero) akan sangat erat kaitannya antara pemberian pupuk dan kualitas tembakau yang dihasilkan. Oleh karena itu, melalui pendekatan pertanian presisi, sistem budidaya tembakau yang dikembangkan dapat meminimalkan sumberdaya, megoptimalkan hasil produksi dan kualitas serta ramah lingkungan.

Kerangka pendekatan PF dalam pemupukan N, P, dan K pada budidaya tebu yang diteliti disajikan pada Gambar 3.  Selanjutnya hal tersebut dikemas dalam suatu Sistem Pendukung Keputusan agar pengambilan keputusan dapat efektif, yang mana di dalamnya terdapat Sistem Informasi Geografis. Konfigurasi Sistem Pendukung Keputusan untuk pendekatan PF dalam pemupukan N, P, dan K pada budidaya tembakau disajikan pada Gambar 1.

 Gambar 1. Kerangka pendekatan pertanian presisi dalam pemupukan pada budidaya tembakau

Aplikasi Sistem Informasi Geografis dalam pertanian presisi pada kegiatan pemupukan di perkebunan tembakau dapat mempermudah dan mempercepat pengolahan dan penampilan data sebagai bagian dari sistem pendukung keputusan untuk strategi pemupukan pada budidaya tembakau dengan pendekatan pertanian presisi.
Penggunaan pendekatan pertanian presisi pada tanaman tembakau dapat juga dilakukan pada teknis budidaya yang disesuaikan dengan sumber daya yang ada di lokasi tersebut, aplikasi pestisida dalam pengendalian hama dan penyakit dan beberapa aspek lain dalam budidaya tanaman tembakau dapat dilakukan dengan pendekatan ini..... selengkapnya (...klik disini...)

Tuesday, 9 October 2012

Cerutu di Republik Dominika



Republik dominika terletak di bagian timur kuba, memiliki "negara cigar" kehormatan, dan kuba memiliki iklim dan kondisi yang sama untuk budidaya tembakau, adalah merek-merek dunia yang paling populer tempat kelahiran cerutu. Sebagian besar pertumbuhan tembakau di dominica ditanam di bagian utara negara itu, dekat san diego. Karena itu, san diego, "kuil industri tembakau dan cerutu," yang dikenal. Sebagai iklim yang hangat, dan angin tropis sesekali, petani tembakau dan pembuat cerutu, ini adalah tempat yang ideal untuk mengambil akar.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"



Industri manufaktur cerutu Dominika adalah sekarang dalam posisi pasar cerutu dunia telah mencapai ketinggian belum pernah terjadi sebelumnya, tingkat pengolahan tembakau tumbuh dan pemimpin dunia. Dalam 10 tahun terakhir, sebagian besar waktu, AS premi cerutu Dominika dipertahankan 55-60% dari pangsa pasar. Honduras dan Nikaragua di Amerika Tengah menyumbang hampir sisa pangsa pasar cerutu AS.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Dominica iklim dan struktur tanah sangat mirip dengan Kuba, iklim negara itu telah menciptakan aroma, kaya kaya tembakau, rasa lada, tembakau dengan Kuba, terutama dalam rasa dan halus, ringan dikenal. Di Kuba, hampir semua high-end adalah cerutu cerutu murni (Puro), yang merupakan pertumbuhan dengan hanya satu negara yang terbuat dari tembakau cerutu, sistem dalam produksi asap cerutu murni ketika orang memiliki teknik yang berbeda, namun akan mempertahankan nya rasa asli, dan tidak dicampur dengan bahan baku lainnya. Di Dominica, produksi bersih cerutu tidak seperti begitu banyak di negara-negara Amerika Tengah lainnya, telah mempertahankan skala yang sangat kecil.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Cerutu Dominika yang tidak mengandung aditif, semua fermentasi alami Penuaan dengan bahan baku berkualitas, yang terakhir melalui beberapa proses pemurnian. Di Dominica ada lima daerah tembakau dasar tumbuh. Timur ke barat dari pulau itu, nilai PH tanah yang berbeda, sehingga rasa tembakau tidak sama. Misalnya, dalam tembakau ditanam Gemma rasa manis dan asam, dan bau tembakau di daerah Mao bahkan lebih ringan.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Gudang tembakau kering dan tanah lokasi penyimpanan umumnya tidak terlalu jauh. Setelah akumulasi umum penyimpanan tembakau periode disimpan, dari 3 bulan sampai 5 bulan, per bungkus £ 120, suhu permukaan suhu kamar, suhu tumpukan 45-49 derajat Fahrenheit. Serangga telah tewas saat tumpukan tembakau. Penyimpanan periode, sesuai dengan varietas yang berbeda ketertiban slice.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Pemisahan besar, dengan semprotan air direbus kebangkitan, batang atau batang pemisahan memompa air mata. Puing paket pemisahan, dan kemudian diangkut ke toko cerutu, untuk sub-keranjang di dalam kulup, mengiris, penyimpanan grading, inti sub-daun varietas, penyimpanan tertutup sub-barel, kotak sub, suhu penyimpanan adalah 18 ℃ ~ 19 ℃ dapat meningkatkan efek fermentasi, alam periode fermentasi umumnya selama dua tahun. Tumpukan Masing-masing memiliki label atau daun ditempatkan di acara itu, catatan spesies, kuantitas, kelas, tanggung jawab suhu, kelembaban, waktu penyimpanan,, dll, sekilas.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"


Cerutu bergulir ke tenaga kerja dan mesin bergulir. Di Dominica DONLE cerutu pabrik, linting tangan high-end cerutu, bergulir mesin untuk high-end cerutu. Linting tangan setiap baris tabel 6 atau 8 orang, setiap individu adalah kelompok 2, masing-masing, dalam volume dan kulup kulup luar, kulup bagian dalam mesin cetak dengan bentuk gulungan setelah 45 menit, kemudian menggulung luar kulup, umum metode kumparan. Terampil operasi cepat, rapi, standar, 8 jam Volume 250 sampai 300. Tapi pabrik tidak perlu berbuat lebih banyak, tapi untuk yang baik. Berat dari persyaratan dasar dari setiap batang rokok dalam 4 gram per 50 sebagai unit kemasan.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Cerutu bermutu tinggi bergulir mekanis: ada otomatis mesin kemasan gulungan cerutu, produksi per jam dari 700. Kulup luar gulungan $ 38 per pon, sangat mahal.Operator dengan penandatanganan telah dilakukan 50-50 gudang di luar jendela untuk kembali mengumpulkan tembakau kulup. Wrapper tembakau disimpan dalam kelembaban memegang ember tertutup.

mrsupel.blogspot.cnm - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Cerutu dan metode pengujian rokok pada dasarnya lingkar yang sama, panjang dari spesifikasi sistem ditentukan berdasarkan volume, tetapi dengan mesin uji resistensi merokok menggambar. Cerutu kebutuhan untuk pengujian air. Operator terampil, bergulir lingkar setiap lubang di cerutu bisa tidak ketat atau terlalu longgar, tidak terjebak penuh. Inspektur juga tangan-sentuh, twist, pengurutan metode seperti identifikasi visual untuk menentukan kelayakan.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Setelah manufaktur cerutu, gudang perlu keseimbangan air selama 21 hari, penggunaan jenis rak tempat terbuka, suhu kamar 82-86 derajat Fahrenheit, kelembaban relatif 74-78 nilai-nilai. Jika kelembaban tidak cukup kapasitas penyimpanan, Anda dapat menggunakan kepala semprotan basah. Gudang tinggi 3 sampai 4 m adalah tepat, gas Keuangan Neiamoni berat, kustodian perlu memakai masker pelindung untuk menghindari merokok turun, tapi masalah waktu singkat.

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Dalam keadaan normal, masing-masing berisi empat varietas yang berbeda dari tembakau cerutu, fermentasi buatan dan alami selesai, anggota formulasi sesuai dengan proporsi yang berbeda, masing-masing, empat jenis daun lintas ditumpuk, ditimbang, sesuai dengan ukuran pada 150 gram, 200 gram untuk rasio yang ditetapkan oleh conveyor belt untuk pekerjaan setiap posting dengan daun, kemudian didistribusikan ke masing-masing dengan tangan bekerja daun pekerja bergulir.

FINISHING


Cutting

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Penyimpanan

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Siap Untuk di Masukkan Ke Kotak

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Ini kayak gini gan Bentuknya

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Mulai Susun Rapi...

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

Bungkus Rapi dan Siap Untuk di kirim ke Semua NEGARA

mrsupel.blogspot.com - Mengintip Proses Pembuatan Cerutu "Partagas"

dikutip dari : http:// mrsupel.blogspot.co